08 Januari 2008

Palinda Genthong

dulu, di gubuk sawahmu kau bicara tentang cita-cita yang seharusnya kupunya

padahal celana pendekmu belum pantas untuk bicara tentangnya

tapi aku suka

aku masih baru belajar bersepeda ketika kau pacu imajinasiku tentang pesawat terbang yang sendiri di langit luas dan sepi

dan kapal-kapal yang terapung-apung bak sabut di tengah laut, tapi mereka bisa saling bicara

lalu kami, aku, dik djoko dan dik helmy

terkesima

aku pernah coba untuk singgah ke gubuk itu lagi

yang kini bahkan aku tak tahu di mana bekasnya, tetapi

dalam jejaknya aku masih bicara tentang engkau

wahai, palindaku, petani cita-cita

yang menyemai biji imajinasi kedalam sanubari kami-kami

adakah engkau masih di sini

bintang jasa aku tak kuasa untuk memberikannya padamu

wahai palindaku,

karena aku bukan presiden seperti andai-andaimu dulu

(palinda konon adalah sebutan untuk kakak pengasuh pandu pemula atau sekarang disebut pramuka siaga)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar