18 Januari 2008

Koran

Koran pagi dirumahku seringkali menjadi koran kemarin dulu, karena aku membaca dua-tiga hari sesudahnya. Itupun kadang-kadang tidak semua topik utama terbaca. Kartun humor, artikel bersambung dan sesekali surat pembaca adalah bacaan yang meskipun biasa tetapi tidak seperti biasanya. Yang paling tidak menarik untuk dibaca adalah berita kejahatan, kecelakaan, bencana, pengadilan, kunjungan pejabat dan muhibah anggota dewan, perkawinan dan perceraian artis, dan yang sebangsa itulah.
Membaca berita-berita seperti itu rasanya tidak membuat kita pintar, tetapi justru emosional: marah, kasihan, takut, terkejut, muak, geregetan dan sebagainya. Mending tertawa karena kartun humor, yang kadang-kadang seperti mentertawakan diri sendiri.
Jadi, lalu kenapa setiap pagi masih ada koran? Kan jadi pengeluaran belanja yang inefektif?
Yang perlu untuk membaca koran kan bukan aku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar