16 Januari 2008

halaman belakang

disiram air hujan
kecambah tumbuh satu-satu, beribu-ribu
berseri dengan sorak-sorai kecil yang senyap
ada yang bekerja di sana tanpa bertanya tanpa meminta
menunggu tanpa haru-biru
ada yang pergi, diantarnya dengan bekal apapun saja yang diperlukannya
tumbuh
hidup
kembang
selesai

lalu datang kembali ke pelukannya, diterima apa adanya, tanpa bertanya

di halaman belakang
kepunyaan Gusti Allah yang Mahapunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar