13 Oktober 2008

Bekerja Siang dan Malam



Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menunjukkan sebuah usaha yang dilakukan sangat keras dalam mencukupi belanja keluarga.
Tetapi ternyata, pada beberapa tiang telepon dan tempat sampah  di gang saya diiklankan sebuah servis 24 jam oleh beberapa pebisnis yang terkadang sering dilupa-lupakan keberadaannya.



Bisnis sedot WC. Bukan main.
Dan bukan cuma satu atau dua perusahaan. Banyak. Anda tinggal kring, mereka akan datang.
Beberapa kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari mungkin untuk sementara bisa diatasi dengan menunda atau mengalihkan ke sumber yang lain, misalnya air bersih mampet. Anda dapat menunda untuk mencuci pakaian atau untuk kebutuhan memasak Anda dapat menggantinya dengan membeli makanan masak atau malah Anda akan makan di luar. Begitu pula ketika listrik mati, Anda dapat posting blog dari warnet yang listriknya menyala.
Tetapi kalau WC Anda mampet? Anda (dan keluarga) tak bisa bergantian numpang ke WC tetangga. Jasa sedot WC-lah yang harus segera Anda hubungi.
Bisnis sedot WC rupanya juga kencang dengan persaingan, meskipun lekat dengan kesan kotor dan bau. Ini terbukti dengan banyaknya stiker iklan yang ditempel tumpang tindih di tiang-tiang listrik, tiang telepon dan tempat-tempat strategis lainnya.




Anda pernah berkendara di belakang mobil tangki tinja?
Mungkin ketika itu Anda akan berusaha melambatkan jarak agar tidak berada persis di belakangnya, atau Anda akan berusaha mendahuluinya, karena kesan kotor dan bau tadi.
Tapi ketika WC di rumah Anda terkena musibah, Anda justru memerlukan kehadiran para pakarnya: ahli sedot WC beserta peralatan penunjangnya untuk mengatasi musibah tersebut.



Posting ini jorok, ya?
Maaf.

15 komentar:

  1. ndak jorok kok pak..hehehe..

    BalasHapus
  2. Kalau kita memanggil mobil penyedot tinja, kita lega, tetangga yang tutup hidung, karena kalau penyedotannya kurang bagus baunya kemana-mana. Dan hebatnya, sopir mobil tinja kalau makan bersandar dimobil yang dioperasikannya itu.

    BalasHapus
  3. @senja: karena gak ada gambar 'itu'nya
    @mas sito: punya pengalaman manggil dan lalu dikomplain tetangga?

    BalasHapus
  4. 2 tahun lalu sempat bingun. rumah yang baru berumur 4 tahun mampet pet. padahal cuma 2 orang penghuninya. tukang sedotpun pun bingun karena setelah dibuka airnya sejernih sumur pegunungan. usut punya usut ternyata tidak disambung oleh sang developer.
    ahirnya bruol tabungan 2 tahun mbrobol. luegaaa kaya bebas dari ileus.

    BalasHapus
  5. @ eyang: devlpernya tanggung-jawab enggak,mas?

    BalasHapus
  6. cianpwe mau tanya suhu, kalo gulanya 'mampet' siapa ya yag bisa dihubungi 24 jam ???!!!

    BalasHapus
  7. @gusagus:
    ada 3,
    pertama : JK yg jd inspirator revitalisasi pabrik; kalo msh mampet juga
    ke 2 : diri sendiri, knp gulanya gak kinclong dan murah, kalo masih mampet lagi
    ke 3: ahli sedot wc (apa hubungannya?)

    BalasHapus
  8. Kita nggak mbayangkan jika si tukang sedot tinja tersebut sebagian besar juga mencintai pekerjaan dan profesinya. Hanya orang yang mencintai pekerjaan dan profesinya yang bisa menikmati kerja dengan damai. Salam

    BalasHapus
  9. @ki ageng: setidaknya, apa yg mereka kerjakan telah membuat hidup orang lain menjadi lebih nyaman, ki

    BalasHapus
  10. Sedot tinja di Jakarta Rp. 175.000,-/ tangki ukuran 4m3, Suroboyo piro Mas?

    BalasHapus
  11. selamat blog anda sudah mulai berfoto !!!

    BalasHapus
  12. @ mbah suro: pastinya lupa, tapi rasanya di atas 200 rebu, mbah!
    @ www : jare wakdhe, nek gak nggae foto gak selamet!

    BalasHapus
  13. Salam
    Kok jorok, bukannya menganjurkan kebersihan :D
    he..he..seakan sepele dan dilirik sebelah mata tapi hmm urgen bukan?

    BalasHapus
  14. @nenyok: kalo 'itu' nggak dilepas, wah, bisa2 ke UGD

    BalasHapus
  15. Pak, saya ijin untuk menggunakan foto'Sedot WC'nya sebagai ilustrasi di blog saya.

    Salam kenal.
    http://budhikw.wordpress.com

    BalasHapus