29 Juli 2010

Tenggelam

Rupanya hujan deras yang akhir-akhir ini mengguyur di berbagai tempat telah menyebabkan beberapa kawasan tenggelam. Tenggelam oleh genangan air. Ada yang surut dalam waktu pendek, ada pula yang berhari-hari. Korbanpun berjatuhan. Ternak, binatang liar, manusia, kebun, sawah, harta-benda, dan mental manusia.....
Kesedihan, keputus-asaan, kemarahan, rasa kasihan, duka cita, semua bercampur-aduk di dalamnya.
Drama yang digambarkan seperti ini, tampaknya sangat mirip dengan keadaan lain yang mungkin serupa.

Transportasi di Jakarta diramalkan bakal lumpuh total. Banjir pengguna jalan telah mengakibatkan penyumbatan di banyak ruas jalan, dan lalu-lintas macet.

Demokrasi yang memberikan ruang sangat luas untuk berpendapat telah mengakibatkan lalu-lintas pendapat berkeliaran, dan banyak yang dengan itu dapat memobilisasi gerakan-gerakan, dan kemudian berpotensi saling bersinggungan atau bahkan bertabrakan.

Berbagai informasi yang datang mengguyur indera penglihatan, pendengaran dan kemudian diserap oleh perasaan berpengaruh luar-biasa kepada perilaku seseorang. Apalagi bila nalarnya berjalan tertatih-tatih, dan nuraninya telah disandera oleh pengaruh keadaan sehingga tidak lagi mempunyai daya yang cukup untuk menjadi pandu. Pikiran dan tindakannya tenggelam oleh keadaan. Lalu hidupnya terbawa kemanapun arus berlalu.


.

4 komentar:

  1. kalau yangkung sich tenggelam dalam pelukan yangti.

    BalasHapus
  2. ooo yangkung, selamat hyang-hyangan yangkung...

    BalasHapus
  3. Salam,
    Itulah yang disebut kebablasan kali ya, rupanya homo sapiens ini punya aturan baru yaitu lebih suka hidup tanpa aturan jadinya tenggelam deh he..he..
    Btw, Pakde kenapa, meringkuk aja di pojokan, sakitkah?
    Smg cepat pulih kembali kalau begitu..Amin

    BalasHapus
  4. terima kasih ney.
    semua baik-baik saja, kau juga kan? semoga

    BalasHapus