28 November 2013
Keputusan
16 Juli 2013
Padang Kurusetra
04 Oktober 2012
aku ingin mengajarmu untuk jadi orang berilmu
22 September 2010
suatu malam di langit sana
berkejapan melintas di kegelapan
adakah satu
untukku
sejuta bintang jatuh
berkejapan di kegelapan
adakah satu
adalah aku
sejuta bintang jatuh
diam-diam, tanpa cahaya
menyala
tanpa bara
sejuk
hening
maya
.
08 September 2010
Malam bersama Puisi
Membaca Tanda-Tanda
Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita
Ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya
Kita saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari
Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan
hutan
Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru
Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air
air
mata
Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?
Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu
Allah
Ampuni dosa-dosa kami
Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda
Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari
Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai
merindukannya.
1982
Demikian tulisnya, semoga Anda menikmatinya pula.
Salam.
.
07 Mei 2010
dinamika
terjaga
masih tak ada siapa-siapa
untuk apa berjalan jauh bila mata terpejam lewat matahari pagi dan terbenam
terkaget-kaget ketika duri semak menggores pedih teriris
terayun di ombak kabut lembut terlena mimpi
ada lava melata-lata
ada raksasa dengan lidah berbuncah darah menggeram menakuti
biarkan saja karena semua itu fatamorgana
yang bikin ciut nyali tapi juga menyalakan api membara
aku suka di sana
karena lelah dibelenggu sepi
.
11 Januari 2010
selamat jalan, gus
lama bersamamu
kauajak aku bertamu ke tempat-tempat di mana kebersahajaan bertahta
dalam rupa
dalam jiwa
tapi begitu bebal hatiku menangkapnya
kauajak aku bersamamu dalam tawa dan canda
menepis rasa sesal yang dangkal
menghalau segala haru-biru karena nafsu
kauajak aku berteka-teki sesekali
dan kaukejutkan aku dengan murkamu
sehingga berkerut hatiku, berkerut nyaliku
karena segunung rasa cemas
asyik bercanda bersamamu, gus
seolah waktumu hanya untukku
begitu tak fahamnya aku tentang seluruh angan-anganmu
begitu sedikitnya yang kumengerti tentang apa yang kau tahu
begitu pendeknya hari-hariku dibanding seluruh waktumu
begitu besarnya kau, gus, tak terjangkau pikiranku
tiba-tiba rinduku menggunung
ketika kulambaikan selamat jalan untukmu
sementara engkau berlalu
sambil berlagu penuh cinta, untuk anak-anakku, untuk seluruh saudaraku, untuk bangsaku, untuk seluruh umat manusia
semoga dibukakanNya surga untukmu, gus
aku masih akan selalu belajar padamu
hari kedelapan wafatnya gus dur, 6 januari 2010
juanda, 1982:
serombongan orang masuk ke terminal keberangkatan,
hatiku berdegup kencang: abdurahman wahid, keluarganya dan orang-orang yang aku tak tahu
lidahku kelu, mataku terpaku, lututku kebas-beku:
dialah penulis kolom di ‘tempo’ yang selalu kutunggu kisah dan buah-pikirannya
.
12 Oktober 2009
taman rindu
penuh cahaya
penuh cinta
sarat makna
sarat rindu
sarat sendu
keputih – awal juli 2007
felix christian dalam kenangan,
setelah hari keseribu keberangkatannya pulang,
kembali ke negeri asal-muasal
16 September 2009
senja esok lusa
kutatap kau, apa gerangan yang ada padamu
isyarat demi isyarat kau sampaikan padaku dalam senyap dan penuh damai
tanpa kata-kata
senja esok lusa habis waktumu
lalu
adakah selama ini hadirmu berlalu sia-sia
dan nanti cuma tinggal cerita
bahwa aku pernah bersamamu di suatu ketika
dan aku tak berbuat apa-apa
ramadhan,
berjuta berebut kasih-sayangmu
berabad waktu berlalu dan senantiasa bakal tetap tiba
hari-hari ini kutatap kebesaran dan kelembutanmu
Tuhanku,
dibawanya kasih-sayangMu
berlimpah-ruah berkah dan ampunan bagi umat yang melihat keMahabesaranMu
ampuni aku
ketika Kau utus waktu ramadhan sebagai pembawa tanda kebesaranMu
ramadhan
ketika dia tiba kembali nanti
ijinkan aku masih di sini, Tuhanku
ijinkan aku menjadi hambaMu
sampai ramadhan dan ramadhan dan ramadhan
dan
ramadhan
sampai aku tak hanya menatap ramadhanMu, amin.
surabaya 2003-2004
.
19 Agustus 2009
dua matra
terlihat alam membentang dengan segala kebesaran wujudnya
yang seolah aku ingin menggenggamnya, astaghfirullah
di alas sajadah
jutaan makhluk Allah melakukan tugas hidupnya
yang aku tak mampu melihatnya
subhanallah
.
10 Agustus 2009
cermin
cermin ada di mana-mana
di kamar
di pintu
di beranda
di koran, di teve, di radio, jalanan, warung kopi
di majelis-majelis, di kampus-kampus
di wajah pembesar, pengamen, guru, polisi, tahanan, artis, pesulap
di langit, di pepohonan, di ceruk-ceruk gelap dan di pentas pertunjukan
di hati, di mimpi, di lamunan yang berkepanjangan
kadang meleleh, luluh-lumer menyatu dengan denyut nadi
kadang membatu kaku keras menyakitkan
kadang menyilaukan kadang transparan kadang buram kadang menghilang
akankah memberi arti
bagi jiwa
dan kehidupan ?
22 Oktober 2008
Gus Komar
Kau ajak aku berkelana di padang fata-morgana yang tiba-tiba menyentak menjadi padang surga
Semoga aku bisa ke sana pula meski cuma bersepeda
Aku selalu mencarimu di persinggahanmu berikutnya
Itupun kalau aku bisa menemukanmu
Dan berharap bertemu dengan Gus-gus lainnya
Mencicipi air surga penyejuk jiwa penghantar pulang kepadaNya
24 Juli 2008
adakah suatu hari
engkau berharap, menunggu seseorang untuk menyapamu
dengan senyum manis
dan bingkisan di tangan
berkata: selamat ulang tahun
kecewamu berhari-hari
adakah suatu hari
engkau berharap orang-orang berkumpul penuh hormat memandangmu
dan salah-satu berkata: terima kasih atas segala jasa
kau menyesalinya untuk waktu yang lama
adakah suatu hari
dalam sepi kau berharap seorang singgah untuk menemanimu
kau merasa seolah tak seorangpun lagi ramah padamu
pandangan matamu ke arah pintu
menunggu seseorang datang padamu, untuk sekedar menyapa atau
berbincang tentang apa saja
yang setia menunggumu untuk datang padanya
ketika kau nanti harus bersendiri dalam waktu lama
dalam sepi
yang engkau sendiri akan mendatanginya
karena kedatangannya
mengakhiri semua hari-hari yang pernah kau tunggu
06 Juni 2008
Ha Ha Ha
tapi pake tulisan
ditulisnya
ha ha ha
padahal
bisa hi hi hi
atau ho ho ho
h h h juga bisa
mentertawakan diri sendiri
(kata orang bijak) adalah menyehatkan jiwa
malah-malah kata ki ageng dari wetan merapi dulu sekali
yang bukunya kucuri baca dari dalam lemari bapak
nggleges
adalah obat jiwa
maka
kukoreksi ketawaku
menjadi
.. .. ..
karena
supaya jangan dikira sakit jiwa
10 Mei 2008
wajan penggorengan
di mana minyak dan air dijerangkan
makanan dimasak agar dapat dimakan dan menyehatkan
di atas api, di atas wajan bahan makanan dituang bersusulan
dijaga agar masak benar tak kurang atau kebablasan
hingga nikmat disantap hingga tak sia-sia terbuang
kerna setengah matang atau gosong menghitam seperti arang
inilah wajan penggorengan
bernama rumah tempat tinggal keluarga, dimana kasih-sayang ditumpahkan
disertai segunung doa untuk kelangsungan garis keturunan
penuh berlimpah martabat dan keselamatan
dengan harapan agar senantiasa saling menjaga kedamaian dan kerukunan
menjauhkan diri dari pertengkaran dengan saling bicara penuh kejujuran
bukan sekedar mendahulukan keinginan sendiri dan memaksakan kemauan
inilah wajan penggorengan
bernama sekolah bernama madrasah bernama tempat pendidikan
di mana ilmu dan adab diajarkan
di mana bermasyarakat diperkenalkan
di mana pengetahuan dan wawasan senantiasa diuji
kearifan dan sikap ilmiah setiap hari dikaji
bukan sekedar nilai yang sebenarnya hanya sebuah alat untuk mawas diri
apalagi hanya untuk sekedar pandai agar bisa dipamerkan kepada khalayak ramai
di mana ujian hanyalah sebuah tolok ukur pencapaian
sejauh mana ilmu pengetahuan mampu diserap dan diterapkan untuk memecahkan persoalan
di mana kegembiraan digelarkan, agar sikap positif selalu menjadi pegangan
di mana keyakinan akan kesetiaan pada nilai-nilai kebenaran dipercontohkan
inilah wajan penggorengan
bernama dewan perwakilan yang anggotanya disebut sebagai yang terhormat
di mana setiap saat digelar sidang untuk bermusyawarat dengan menjunjung tinggi setiap pendapat
dan menjalinnya menjadi keputusan-keputusan yang membawa manfaat
bagi seluruh rakyat yang telah memberikan amanat
dengan kepercayaan penuh untuk menjadi bangsa yang kuat
di tengah pergaulan bangsa-bangsa di seantero jagad
tempat musyawarat para anggota dewan yang terhormat yang takut kepada laknat
yang akan jatuh secara lambat atau cepat apabila amanat ternyata disunat
tak lagi ditunaikan dengan benar dan cermat
inilah wajan penggorengan
bernama kabinet yang dipimpin oleh kepala negara
yang bekerja keras menjaga agar kehidupan masyarakat terjaga dengan sempurna
cukup makan, tersedia rumah, terjamin keamanannya
seluruh rakyat hidup tenang dalam pekerjaannya
tak lagi ada rasa cemas akan masa depannya berikut anak-anaknya
menjaga agar bumi, laut dan udara beserta segala yang ada di dalamnya
yang telah dikaruniakan dengan berlimpahan di seluruh nusantara tercinta
diatur dan dikelola dengan baik agar memberikan sebesar-besar manfaat untuk rakyatnya
oleh kabinet yang bekerja secara solid dan kompak demi bangsa dan negara
bukannya wakil kelompok yang lebih berat untuk membela kelompok asalnya
kabinet yang cerdas dan peka dalam membaca keadaan dunia
agar bangsa selamat sampai kepada tujuan sebagaimana amanat dasar negara
inilah wajan penggorengan
yang berada di gedung-gedung agung bernama mahkamah pengadilan
di mana kesalahan dan kebenaran dalam bertata-masyarakat diuji
melalui gelar persidangan perkara dengan menghadapkan yang diadili, saksi maupun para ahli
yang saling beradu argumentasi pada masing-masing sisi yang diyakini
yang senantiasa menjunjung tinggi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa dan bukan demi yang lainnya
inilah wajan penggorengan
berupa pentas pertunjukan kesenian di kampung-kampung, galeri dan jalanan
di mana seni dan sastra digelarkan
di mana caci-maki dan sanjung dapat diwujudkan
menjadi sebuah hidangan yang menggugah kepekaan perasaan
untuk membuka katup-katup yang buntu di dalam kepala, di hati dan perasaan
lalu diwujudkan dalam karya yang indah, dramatik ataupun guyonan
membuka kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kehidupan
yang perlu dijaga keseimbangannya agar tak meledak merugikan
inilah wajan penggorengan
bernama majelis, majelis kajian di mana berkumpul orang-orang alim
yang tak akan pernah bosan-bosan bicara menggemakan pesan-pesan illahi
untuk menyadarkan bahwa kehidupan setiap makhluk memiliki nilai
dan diingatkan bahwa selayaknya harus dihormati
bahwa tak ada kelahiran yang dimulai dengan cacimaki
demikian pula kematian yang pantas disoraki
semua selalu diantar dengan harapan dan puji
ketika datang dan ketika pergi secara suci
inilah wajan penggorengan
yang berada di tempat-tempat di mana hati dan jiwa dihadapkan
pada setiap saat siang, malam, pagi dan pada setiap kapan
pada setiap perbuatan dan ukuran diperbandingkan dalam keheningan
dalam setiap janji kesetiaan ketertundukan dinyatakan
setiap penyesalan dan pertaubatan diserukan dengan diam
dan kesadaran akan kefanaan digemakan dalam ingatan
inilah wajan penggorengan
yang bila rusak
binasalah kehidupan yang diserahkan untuk dijaga sebaik-baiknya
inilah wajan penggorengan
adakah telah terlupakan ?
06 Mei 2008
Tampak Jauh
tempat singgah yang lalu tampak jauh ada di sana
di sebalik lembah gunung dan gelombang
di sini tiba tanpa buah-tangan apa-apa
ke mana lagi akan didatangi
kalau tempat persinggahan nanti sudah pasti, mesti berkelok-kelok dijalani
ke tempat segalanya kembali
yang kadang tampak jauh, meski cuma berjarak setebal kuku jari
di sebelah sini
20 Maret 2008
Di Sana
di sana
temanku sedang mengawasi gambar di televisi
pikirannya tenggelam dalam cerita, lupa apa yang ada
di sekitarnya
di sana
temanku sedang pegang kepala
mencari jawab untuk soal yang harus diselesaikannya
di sana
temanku sedang bekerja untuk nafkah penyambung hidup
keluarganya
di sana
temanku sedang bercengkerama, atas nama amanat
yang dibebankan ke pundaknya
di sana
temanku sedang meregang sakit
menderita
di sini
aku melihat semuanya
dan tak berbuat apa-apa
selain berkata-kata
15 Maret 2008
Jakarta
pesonamu adalah bukti sukses dari marketing segala rupa
yang diselaras-selaraskan pada setiap bloknya
ada pancuran air sejuk, tetapi wahai bukan main mahalnya
ada wajah cantik semringah ramah, besar bukan kepalang di sudut-sudut tangkapan mata
menawarkan sejuta surga asal aku punya tebusan berjuta-juta
agar aku bisa bergaya, hidup bak raja
jakarta,
perutmu berisi beribu roda-gila yang gemeretak beradu besi berdebu berasap pengap
pesonamu adalah pesona betina raksasa yang cantik bertaring kala tertawa
aku ragu, adakah rahimmu benar-benar lembut dan penuh cinta-kasih ?
jakarta,
kalau ada yang aku suka darimu
karena ada sahabat-sahabatku di sana
pada mereka aku bisa tertawa aku bisa bercanda
apa adanya
jakarta,
kapan kau bisa menerima
keadaan yang ada sejujurnya
dan bukan lambang dari tempat sidang para raksasa yang bertahta
08 Maret 2008
Telaga
Andai mampu
Kuingin berada di belakangmu menguping dan mengamatimu selalu
Aku rindu datang ke telagamu
Gus, bisakah aku ?
29 Februari 2008
Taman Rindu
penuh cahaya
penuh cinta
sarat makna
sarat rindu
sarat sendu
tpu keputih – awal juli 2007