Tampilkan postingan dengan label abstraksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label abstraksi. Tampilkan semua postingan

28 November 2013

Keputusan

Mike Tyson  kalah,  kemudian  memutuskan  untuk  tidak  bertinju,  dan  akan  pergi  ke Afrika  untuk  melakukan  aktivitas  di bidang  keagamaan.
Yang  menjadi  pertanyaan  adalah : Mengapa  setelah  kalah ?  Apakah  sebelumnya  dia  sudah  merencanakan : apabila  nanti  aku  kalah  maka … bla … bla … bla … Bagaimana  seandainya  dia  tidak  atau  belum  kalah  juga ?
Hidup  adalah  sebuah  kompetisi,  bahkan  adalah  sebuah  perjuangan  ( apabila  seseorang  sadar  tentang  beban  tanggung-jawab  yang  terpikul  di pundaknya ).  Sehingga  harus  dijalani  dengan  melalui  serangkaian  keputusan,  baik  yang  dibuat  sendiri  maupun  keputusan  yang  diambil  karena  ada  keputusan  lain  dari  luar  dirinya  yang  mempengaruhi  hidupnya.
Ketika  krisis  minyak  goreng  terjadi  beberapa  tahun  lalu,  ibu-ibu  pernah  memasak  tanpa  minyak,  karena  Presiden  mengeluarkan  petunjuk :  gorenglah  telor ceplok  di atas  wajan  dengan  air.  Ada  yang  mengikuti  cara  itu,  tetapi  sebagian  yang  lain  tidak.
Sebagian  orang  memutuskan  untuk  benar-benar  memasak  tanpa  minyak  goreng,  sebagian  lagi  ada  yang  membuat  sendiri  minyak  goreng,  dan  sebagian  lainnya  berjuang  untuk  mendapatkan  minyak  goreng  dengan  cara  dan  pengorbanan  masing-masing.
Namun  apapun,  keputusan  harus  dibuat  supaya  hidup  tetap  nyaman.

Masalahnya  adalah :  ada  yang  membuat  keputusan  setelah  sesuatu  terjadi,  dan  ada  yang  membuat  keputusan  karena  memperhitungkan  bahwa  sesuatu  akan  terjadi.

Selamat memutuskan.

16 Juli 2013

Padang Kurusetra


Pertempuran berlangsung dalam senyap dan gerakan lambat. Tak terdengar denting dan desing besi beradu atau suara geram dan raungan.
Besi roda kereta yang beradu dengan bebatuan dan benturan senjata bola besi bertali rantai dengan perisai tak ada bunyinya. Senyap.
Hanya bunyi lirih,sayup, jauh,  
degup jantung seperti ombak di pantai landai 
dan tarikan nafas seperti desau angin di pesisir yang berbukit. 
Senyap.
Medan laga diselimuti warna kabut, abu-abu.
Bendera perang tak terlihat berwarna-warni lagi. Teropong kepala yang bersalut emas seperti warna debu batu. Tak ada lagi aroma kemegahan warna-warna. Sirna.
Padang Kurusetra sedang menuju akhir pergelarannya. Permukaannya bukan lagi tanah berumput dan berbatu, tetapi kubangan darah, serpihan daging dan potongan besi. 
Dan para panglima bersiaga untuk saat-saat akhir ketika pertempuran sudah semakin dekat pada ujungnya, para panglima yang berdandan seelok-eloknya laksana pengantin hendak ke pelaminan, bersiaga menjemput takdirnya di medan laga.
Padang Kurusetra seperti bola debu yang sedang meluncur turun menuju ke dinding gunung batu. Semakin lama berguling semakin kencang, menyapu segalanya yang berada diperjalanan.
Padang Kurusetra seperti kumpulan sejuta badai bergerak lamban dengan mata badai seperti ujung belalai, menghisap apapun yang dilintasinya.
Padang Kurusetra yang sedang bertiwikrama dengan segala isinya,
tiba-tiba mengambang di atas awan tanpa cahaya, mengapung menjadi hanya sejumput kabut yang berkehendak menjadi titik air.

......

Hujan rintik datang bersama pelangi.

Perang sudah usai.
Warna-warni sudah kembali.
Bunyi sudah kembali lagi.

Damai.



04 Oktober 2012

aku ingin mengajarmu untuk jadi orang berilmu



seharian aku mengajari kalian matematika, anak-anakku
seharian aku mengajarimu ilmu fisika
berbulan-bulan dan bertahun-tahun aku mengajarimu
hingga kalian pintar
dan terkadang putus-asa lantaran merasa tak mampu mencernanya

kita bangga sekolah kita menjadi sekolah berstandar dunia
kita berbesar hati lantaran masih ada saja yang belajar ke sini
kita bangga lantaran teman-teman pendahulumu ada yang
jadi tokoh negeri
jadi selebriti
bekerja di maskapai luar negeri
jadi tki sukses dan membangun rumahnya di kampung bak istana mimpi

anak-anakku,
aku mengajarmu segala ilmu
seperti  seharusnya dilakukan seorang guru
begitulah aturannya
agar kalian menjadi yang nomor satu

aku mengajarmu segala ilmu
seperti yang dituntut oleh orang-tuamu
agar kalian menjadi yang nomor satu
di tengah persaingan yang semakin seru

anak-anakku,
ketika aku belajar dulu,
guruku tidak mengajarku untuk menjadi yang nomor satu
karena guru dari guruku mengajarinya begitu
karena orang-tuaku menyekolahkanku untuk jadi
orang berilmu
yang berguna bagi nusa dan bangsa
berbakti kepada orang tua
hormat kepada guru

anak-anakku
dulu
di akhir hari, ketika murid mulai mengantuk
guruku mendongengkan  cerita-cerita lama
tentang binatang dan segala perilakunya
tentang manusia dan segala perilakunya
yang sampai sekarang aku masih mengingatnya
anak-anakku,
andai bisa, aku juga ingin mendongeng untuk kalian
andai bisa aku ingin semua guru juga melakukannya
andai bisa aku ingin pak kepala sekolah membolehkannya
andai bisa aku ingin pak dirjen mengaturnya
andai bisa aku ingin pak presiden memerintahkannya

agar kalian tak hanya pintar saja
tapi juga punya hati
nurani

agar aku tak bersedih hati
agar orang-tua temanmu tak bersedih hati
membaca berita, 
temanmu mati muda karena pisau temanmu yang lain juga

anak-anakku
kapan kita bisa bercengkerama

22 September 2010

suatu malam di langit sana

sejuta bintang jatuh
berkejapan melintas di kegelapan
adakah satu
untukku

sejuta bintang jatuh
berkejapan di kegelapan
adakah satu
adalah aku

sejuta bintang jatuh
diam-diam, tanpa cahaya
menyala
tanpa bara

sejuk
hening
maya


.

08 September 2010

Malam bersama Puisi

Malam ini aku membaca puisi pak Taufik Ismail, saya ingin Anda ikut menyimaknya:



Membaca Tanda-Tanda


Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas
dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya

Kita saksikan udara
abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau
yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil
tak lagi berkicau pagi hari

Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan
hutan

Kita saksikan zat asam
didesak asam arang
dan karbon dioksid itu
menggilas paru-paru

Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air

air
mata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?

Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu

Allah
Ampuni dosa-dosa kami

Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda

Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari

Karena ada sesuatu yang mulanya
tak begitu jelas
tapi kini kami
mulai
merindukannya.

1982



Demikian tulisnya, semoga Anda menikmatinya pula.
Salam.


.

07 Mei 2010

dinamika

lelah kau menunggu lalu pingsan tidur ayam
terjaga
masih tak ada siapa-siapa

untuk apa berjalan jauh bila mata terpejam lewat matahari pagi dan terbenam
terkaget-kaget ketika duri semak menggores pedih teriris
terayun di ombak kabut lembut terlena mimpi

ada lava melata-lata
ada raksasa dengan lidah berbuncah darah menggeram menakuti
biarkan saja karena semua itu fatamorgana
yang bikin ciut nyali tapi juga menyalakan api membara

aku suka di sana
karena lelah dibelenggu sepi


.

11 Januari 2010

selamat jalan, gus

gus,
lama bersamamu
kauajak aku bertamu ke tempat-tempat di mana kebersahajaan bertahta
dalam rupa
dalam jiwa
tapi begitu bebal hatiku menangkapnya

kauajak aku bersamamu dalam tawa dan canda
menepis rasa sesal yang dangkal
menghalau segala haru-biru karena nafsu

kauajak aku berteka-teki sesekali
dan kaukejutkan aku dengan murkamu
sehingga berkerut hatiku, berkerut nyaliku
karena segunung rasa cemas

asyik bercanda bersamamu, gus
seolah waktumu hanya untukku

begitu tak fahamnya aku tentang seluruh angan-anganmu
begitu sedikitnya yang kumengerti tentang apa yang kau tahu
begitu pendeknya hari-hariku dibanding seluruh waktumu
begitu besarnya kau, gus, tak terjangkau pikiranku

tiba-tiba rinduku menggunung
ketika kulambaikan selamat jalan untukmu
sementara engkau berlalu
sambil berlagu penuh cinta, untuk anak-anakku, untuk seluruh saudaraku, untuk bangsaku, untuk seluruh umat manusia

semoga dibukakanNya surga untukmu, gus
aku masih akan selalu belajar padamu

hari kedelapan wafatnya gus dur, 6 januari 2010



juanda, 1982:
serombongan orang masuk ke terminal keberangkatan,
hatiku berdegup kencang: abdurahman wahid, keluarganya dan orang-orang yang aku tak tahu
lidahku kelu, mataku terpaku, lututku kebas-beku:
dialah penulis kolom di ‘tempo’ yang selalu kutunggu kisah dan buah-pikirannya


.

12 Oktober 2009

taman rindu

hamparan taman penuh bunga
penuh cahaya
penuh cinta
sarat makna
sarat rindu

sarat sendu



keputih – awal juli 2007


felix christian dalam kenangan,
setelah hari keseribu keberangkatannya pulang,
kembali ke negeri asal-muasal

16 September 2009

senja esok lusa

engkau datang dan sekian lama ada bersamaku
kutatap kau, apa gerangan yang ada padamu
isyarat demi isyarat kau sampaikan padaku dalam senyap dan penuh damai
tanpa kata-kata

senja esok lusa habis waktumu
lalu
adakah selama ini hadirmu berlalu sia-sia
dan nanti cuma tinggal cerita
bahwa aku pernah bersamamu di suatu ketika
dan aku tak berbuat apa-apa


ramadhan,
berjuta berebut kasih-sayangmu
berabad waktu berlalu dan senantiasa bakal tetap tiba
hari-hari ini kutatap kebesaran dan kelembutanmu


Tuhanku,
dibawanya kasih-sayangMu
berlimpah-ruah berkah dan ampunan bagi umat yang melihat keMahabesaranMu
ampuni aku
ketika Kau utus waktu ramadhan sebagai pembawa tanda kebesaranMu

ramadhan
ketika dia tiba kembali nanti
ijinkan aku masih di sini, Tuhanku
ijinkan aku menjadi hambaMu
sampai ramadhan dan ramadhan dan ramadhan
dan
ramadhan
sampai aku tak hanya menatap ramadhanMu, amin.


surabaya 2003-2004

.

19 Agustus 2009

dua matra

jauh di atas awan
terlihat alam membentang dengan segala kebesaran wujudnya
yang seolah aku ingin menggenggamnya, astaghfirullah

di alas sajadah
jutaan makhluk Allah melakukan tugas hidupnya
yang aku tak mampu melihatnya
subhanallah

.

10 Agustus 2009

cermin

tiba-tiba
cermin ada di mana-mana
di kamar
di pintu
di beranda

di koran, di teve, di radio, jalanan, warung kopi
di majelis-majelis, di kampus-kampus

di wajah pembesar, pengamen, guru, polisi, tahanan, artis, pesulap

di langit, di pepohonan, di ceruk-ceruk gelap dan di pentas pertunjukan
di hati, di mimpi, di lamunan yang berkepanjangan

kadang meleleh, luluh-lumer menyatu dengan denyut nadi
kadang membatu kaku keras menyakitkan

kadang menyilaukan kadang transparan kadang buram kadang menghilang

akankah memberi arti
bagi jiwa
dan kehidupan ?

22 Oktober 2008

Gus Komar

(biarkan aku memanggilmu seperti itu)

Kau ajak aku berkelana di padang fata-morgana yang tiba-tiba menyentak menjadi padang surga
Semoga aku bisa ke sana pula meski cuma bersepeda

Aku selalu mencarimu di persinggahanmu berikutnya
Itupun kalau aku bisa menemukanmu
Dan berharap bertemu dengan Gus-gus lainnya
Mencicipi air surga penyejuk jiwa penghantar pulang kepadaNya

Jakarta-Surabaya November 2007

24 Juli 2008

adakah suatu hari

adakah suatu hari
engkau berharap, menunggu seseorang untuk menyapamu
dengan senyum manis
dan bingkisan di tangan
berkata: selamat ulang tahun
dan ketika itu tak terjadi
kecewamu berhari-hari

adakah suatu hari
engkau berharap orang-orang berkumpul penuh hormat memandangmu
dan salah-satu berkata: terima kasih atas segala jasa
dan ketika itu tak terjadi
kau menyesalinya untuk waktu yang lama

adakah suatu hari
dalam sepi kau berharap seorang singgah untuk menemanimu
dan ketika itu tak terjadi
kau merasa seolah tak seorangpun lagi ramah padamu

pandangan matamu ke arah pintu
menunggu seseorang datang padamu, untuk sekedar menyapa atau
berbincang tentang apa saja

ada hari
yang setia menunggumu untuk datang padanya
ketika kau nanti harus bersendiri dalam waktu lama
dalam sepi
yang engkau sendiri akan mendatanginya

jangan datang kepadanya berbekal kecewa, sesal dan nestapa
karena kedatangannya
mengakhiri semua hari-hari yang pernah kau tunggu

(menyambut kedatangan adik-adikku, teman bermainku di masa kecil dulu)

06 Juni 2008

Ha Ha Ha

lagi pengen tertawa
tapi pake tulisan
ditulisnya
ha ha ha

padahal
bisa hi hi hi
atau ho ho ho
h h h juga bisa

mentertawakan diri sendiri
(kata orang bijak) adalah menyehatkan jiwa
malah-malah kata ki ageng dari wetan merapi dulu sekali
yang bukunya kucuri baca dari dalam lemari bapak
nggleges
adalah obat jiwa

maka
kukoreksi ketawaku
menjadi
.. .. ..

karena
supaya jangan dikira sakit jiwa

10 Mei 2008

wajan penggorengan

inilah wajan penggorengan
di mana minyak dan air dijerangkan
makanan dimasak agar dapat dimakan dan menyehatkan
di atas api, di atas wajan bahan makanan dituang bersusulan
dijaga agar masak benar tak kurang atau kebablasan
hingga nikmat disantap hingga tak sia-sia terbuang
kerna setengah matang atau gosong menghitam seperti arang

inilah wajan penggorengan
bernama rumah tempat tinggal keluarga, dimana kasih-sayang ditumpahkan
disertai segunung doa untuk kelangsungan garis keturunan
penuh berlimpah martabat dan keselamatan
dengan harapan agar senantiasa saling menjaga kedamaian dan kerukunan
menjauhkan diri dari pertengkaran dengan saling bicara penuh kejujuran
bukan sekedar mendahulukan keinginan sendiri dan memaksakan kemauan

inilah wajan penggorengan
bernama sekolah bernama madrasah bernama tempat pendidikan
di mana ilmu dan adab diajarkan
di mana bermasyarakat diperkenalkan
di mana pengetahuan dan wawasan senantiasa diuji
kearifan dan sikap ilmiah setiap hari dikaji
bukan sekedar nilai yang sebenarnya hanya sebuah alat untuk mawas diri
apalagi hanya untuk sekedar pandai agar bisa dipamerkan kepada khalayak ramai
di mana ujian hanyalah sebuah tolok ukur pencapaian
sejauh mana ilmu pengetahuan mampu diserap dan diterapkan untuk memecahkan persoalan
di mana kegembiraan digelarkan, agar sikap positif selalu menjadi pegangan
di mana keyakinan akan kesetiaan pada nilai-nilai kebenaran dipercontohkan

inilah wajan penggorengan
bernama dewan perwakilan yang anggotanya disebut sebagai yang terhormat
di mana setiap saat digelar sidang untuk bermusyawarat dengan menjunjung tinggi setiap pendapat
dan menjalinnya menjadi keputusan-keputusan yang membawa manfaat
bagi seluruh rakyat yang telah memberikan amanat
dengan kepercayaan penuh untuk menjadi bangsa yang kuat
di tengah pergaulan bangsa-bangsa di seantero jagad
tempat musyawarat para anggota dewan yang terhormat yang takut kepada laknat
yang akan jatuh secara lambat atau cepat apabila amanat ternyata disunat
tak lagi ditunaikan dengan benar dan cermat

inilah wajan penggorengan
bernama kabinet yang dipimpin oleh kepala negara
yang bekerja keras menjaga agar kehidupan masyarakat terjaga dengan sempurna
cukup makan, tersedia rumah, terjamin keamanannya
seluruh rakyat hidup tenang dalam pekerjaannya
tak lagi ada rasa cemas akan masa depannya berikut anak-anaknya
menjaga agar bumi, laut dan udara beserta segala yang ada di dalamnya
yang telah dikaruniakan dengan berlimpahan di seluruh nusantara tercinta
diatur dan dikelola dengan baik agar memberikan sebesar-besar manfaat untuk rakyatnya
oleh kabinet yang bekerja secara solid dan kompak demi bangsa dan negara
bukannya wakil kelompok yang lebih berat untuk membela kelompok asalnya
kabinet yang cerdas dan peka dalam membaca keadaan dunia
agar bangsa selamat sampai kepada tujuan sebagaimana amanat dasar negara

inilah wajan penggorengan
yang berada di gedung-gedung agung bernama mahkamah pengadilan
di mana kesalahan dan kebenaran dalam bertata-masyarakat diuji
melalui gelar persidangan perkara dengan menghadapkan yang diadili, saksi maupun para ahli
yang saling beradu argumentasi pada masing-masing sisi yang diyakini
yang senantiasa menjunjung tinggi keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa dan bukan demi yang lainnya

inilah wajan penggorengan
berupa pentas pertunjukan kesenian di kampung-kampung, galeri dan jalanan
di mana seni dan sastra digelarkan
di mana caci-maki dan sanjung dapat diwujudkan
menjadi sebuah hidangan yang menggugah kepekaan perasaan
untuk membuka katup-katup yang buntu di dalam kepala, di hati dan perasaan
lalu diwujudkan dalam karya yang indah, dramatik ataupun guyonan
membuka kesadaran akan pentingnya nilai-nilai kehidupan
yang perlu dijaga keseimbangannya agar tak meledak merugikan

inilah wajan penggorengan
bernama majelis, majelis kajian di mana berkumpul orang-orang alim
yang tak akan pernah bosan-bosan bicara menggemakan pesan-pesan illahi
untuk menyadarkan bahwa kehidupan setiap makhluk memiliki nilai
dan diingatkan bahwa selayaknya harus dihormati
bahwa tak ada kelahiran yang dimulai dengan cacimaki
demikian pula kematian yang pantas disoraki
semua selalu diantar dengan harapan dan puji
ketika datang dan ketika pergi secara suci

inilah wajan penggorengan
yang berada di tempat-tempat di mana hati dan jiwa dihadapkan
pada setiap saat siang, malam, pagi dan pada setiap kapan
pada setiap perbuatan dan ukuran diperbandingkan dalam keheningan
dalam setiap janji kesetiaan ketertundukan dinyatakan
setiap penyesalan dan pertaubatan diserukan dengan diam
dan kesadaran akan kefanaan digemakan dalam ingatan

inilah wajan penggorengan
yang bila rusak
binasalah kehidupan yang diserahkan untuk dijaga sebaik-baiknya

inilah wajan penggorengan
adakah telah terlupakan ?

06 Mei 2008

Tampak Jauh

ketika tiba di persinggahan yang ke sekian kalinya
tempat singgah yang lalu tampak jauh ada di sana
di sebalik lembah gunung dan gelombang
di sini tiba tanpa buah-tangan apa-apa

ke mana lagi akan didatangi
kalau tempat persinggahan nanti sudah pasti, mesti berkelok-kelok dijalani
ke tempat segalanya kembali
yang kadang tampak jauh, meski cuma berjarak setebal kuku jari

di sebelah sini

20 Maret 2008

Di Sana

di sana
temanku sedang mengawasi gambar di televisi
pikirannya tenggelam dalam cerita, lupa apa yang ada
di sekitarnya

di sana
temanku sedang pegang kepala
mencari jawab untuk soal yang harus diselesaikannya

di sana
temanku sedang bekerja untuk nafkah penyambung hidup
keluarganya

di sana
temanku sedang bercengkerama, atas nama amanat
yang dibebankan ke pundaknya

di sana
temanku sedang meregang sakit
menderita

di sini
aku melihat semuanya
dan tak berbuat apa-apa
selain berkata-kata

2008

15 Maret 2008

Jakarta

pesonamu adalah bukti sukses dari marketing segala rupa
yang diselaras-selaraskan pada setiap bloknya
ada pancuran air sejuk, tetapi wahai bukan main mahalnya
ada wajah cantik semringah ramah, besar bukan kepalang di sudut-sudut tangkapan mata
menawarkan sejuta surga asal aku punya tebusan berjuta-juta
agar aku bisa bergaya, hidup bak raja

jakarta,
perutmu berisi beribu roda-gila yang gemeretak beradu besi berdebu berasap pengap
pesonamu adalah pesona betina raksasa yang cantik bertaring kala tertawa

aku ragu, adakah rahimmu benar-benar lembut dan penuh cinta-kasih ?

jakarta,
kalau ada yang aku suka darimu
karena ada sahabat-sahabatku di sana
pada mereka aku bisa tertawa aku bisa bercanda
apa adanya

jakarta,
kapan kau bisa menerima
keadaan yang ada sejujurnya
dan bukan lambang dari tempat sidang para raksasa yang bertahta

2005

08 Maret 2008

Telaga

Andai mampu

Kuingin berada di belakangmu menguping dan mengamatimu selalu

Aku rindu datang ke telagamu

Gus, bisakah aku ?

29 Februari 2008

Taman Rindu

hamparan taman penuh bunga
penuh cahaya
penuh cinta
sarat makna
sarat rindu

sarat sendu

tpu keputih – awal juli 2007